
Tempat hidrokarbon menetap ini merupakan bagian dari petroleum system, atau bisa disebut sistem pembentukan minyak bumi.
a) Batuan Sumber (Source); merupakan rumah minyak bumi yang pertama kali. Di batuan inilah minyak bumi dimasak, dibentuk, dan dimatangkan oleh magma dan berbagai komponen yang ada di mantel bumi. Batuan sumber inilah menjadi awal perjalanan hidrokarbon ataupun minyak bumi.
b) Batuan Penyimpan (Reservoir); batuan bawah permukaan yang memiliki pori-pori (porositas) untuk menyimpan dan kemampuan mengalirkan (permeabilitas) fluida seperti minyak, gas, atau air. Batuan ini krusial dalam geologi perminyakan untuk akumulasi hidrokarbon. Umumnya berupa batuan sedimen seperti batu pasir, batu gamping, atau dolomit.
c) Batuan Tudung (Seal): lapisan batuan sedimen dengan permeabilitas sangat rendah—umumnya serpih (shale), evaporit, atau batulempung—yang berfungsi menghambat migrasi hidrokarbon (minyak dan gas) keluar dari reservoir. Ini adalah komponen krusial dalam sistem perminyakan yang menahan hidrokarbon di bawah permukaan, umumnya memiliki tekanan kapiler tinggi dan bersifat ductile.
d) Proses Migrasi (Migration); Proses yang terjadi selama minyak berpindah dari batuan sumber menuju batuan penyimpan disebut dengan migrasi. Proses ini menjadi penanda bahwa minyak dan gas bumi memang dapat sudah matang dan sudah tidak lagi berada di batuan sumber yang bisa jadi menjadikannya overheat atau kualitasnya dapat berkurang karena suhu tinggi atau tekanan yang sudah berlebih.
Sistem Jebakan (Trap); Sistem jebakan adalah sebuah penampakan di mana minyak bumi tersebut tertahan pada bantuan penyimpan. System jebakan ini bisa saja beririsan dengan batuan tudung yang sama-sama menghambat minyak bumi naik ke permukaan bumi.